Senin, Juli 23, 2018
Text Size

Search

Update Berita

SSL to secure from hacker attacks

Open-source software developer Kai Engert has proposed an overhaul to the Internet's SSL...

Cara Menghemat Bandwidth Internet, mempercepat browsing

Ada situasi ketika menggunakan internet kita harus benar-benar hemat dengan penggunaan bandwidth ...

Istana Merespons Aksi 313 Berhentikan Ahok

Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Pribowo menegaskan, Presiden Jokowi sangat...

Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

KOMPAS.com - Setelah selama ini hanya meyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter...

Megawati: Ahok, Sudahlah Jangan Cerewet

.   Kompas.com - Megawati menasihati Ahok agar tidak terlalu banyak bicara. Mengingat kondi...

Butuh kеrjа? Cоbа cеk di Jооblе

Butuh kеrjа? Cоbа cеk di Jооblе.       Pаdа zаmаn yаng sаngаt k...

  • Tips mengatasi bosen dalam pekerjaan

    Kamis, 01 November 2012 07:48
  • Grunt Mars probe stranded in Earth orbit

    Kamis, 10 November 2011 09:40
  • SSL to secure from hacker attacks

    Senin, 27 Februari 2012 21:09
  • Cara Menghemat Bandwidth Internet, mempercepat browsing

    Minggu, 23 September 2012 18:03
  • Istana Merespons Aksi 313 Berhentikan Ahok

    Kamis, 30 Maret 2017 19:45
  • Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

    Kamis, 30 Maret 2017 19:49
  • Megawati: Ahok, Sudahlah Jangan Cerewet

    Kamis, 30 Maret 2017 19:54
  • Butuh kеrjа? Cоbа cеk di Jооblе

    Kamis, 30 Maret 2017 20:09
Teknologi Data Center Dengan Bujet Ketat
SocialTwist Tell-a-Friend

Teknologi Data Center Dengan Bujet Ketat

Penilaian Pengunjung: / 1
KurangTerbaik 

 

Perusahaan-perusahaan skala menengah ternyata cenderung lebih agresif mengadopsi teknologi baru untuk mengelola data center-nya. Mereka lebih berinisiatif mengadopsi teknologi anyar, seperti komputasi awan (cloud computing), replikasi, serta deduplikasi, hingga 11-17 persen lebih tinggi ketimbang perusahaan kecil atau besar.

Temuan tersebut dipaparkan dalam laporan "2010 State of Data Center", yang dirilis Symantec Corp awal bulan ini. Penelitian terapan yang disponsori Symantec ini digelar pada November 2009. Responden penelitian ini adalah 1.780 manajer data center yang tersebar di 26 negara.

Organisasi yang menjadi sasaran riset adalah perusahaan skala menengah dengan jumlah karyawan sebanyak 2.000-9.999 orang. Sebanyak 560 perusahaan di kawasan Asia-Pasifik dan Jepang--20 di antaranya di Indonesia--juga turut disurvei.

"Perusahaan skala menengah memiliki lebih banyak keinginan untuk melakukan perubahan teknologi data center-nya pada tahun 2010 ini," kata Andy Darmawan, Konsultan Teknik Senior Symantec Indonesia, saat memaparkan hasil riset tersebut di Jakarta. "Lebih banyak aplikasi yang harus mereka maintain pada data center mereka."

Pertimbangan utama untuk mengadopsi teknologi baru pada data center, antara lain, karena meningkatnya kerumitan dan terlalu banyaknya aplikasi. "Dua pertiga responden menjawab ada 10 inisiatif utama yang ingin mereka lakukan pada tahun 2010," ujar Andy. Sedangkan 50 persen dari responden bahkan mengharapkan perubahan yang signifikan pada data center mereka.

Tiga dari 10 inisiatif utama di bidang penyimpanan data yang akan dilakukan perusahaan skala menengah pada 2010, antara lain, security (keamanan), yang mengambil porsi terbesar (84 persen), backup dan recovery data (80 persen), serta continuous data protection (80 persen).

Namun, kendati ingin menyerap teknologi baru, penelitian tersebut juga mendapatkan temuan yang agak kontradiktif, yaitu penyediaan staf (staffing) dan bujet untuk pengelolaan data center akan tetap diperketat oleh kebanyakan perusahaan. "Bahkan ada yang cenderung turun." Sayangnya, dalam penelitian itu responden tak secara spesifik menyebutkan alasan pengetatan anggaran itu, apakah karena pemangkasan anggaran atau untuk tujuan efisiensi.

Sedangkan dalam hal pengadaan staf, sebagian besar perusahaan yang disurvei menyatakan tidak ada penambahan jumlah staf untuk data center mereka pada 2010. Khusus untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia, yang menyatakan hal itu bahkan lebih besar, sampai 85 persen. Padahal sebagian besar perusahaan skala menengah mengaku kekurangan staf, terutama di bidang virtualisasi, jaringan, dan management storage.

"Mungkin bisa dipahami bahwa belum banyak staf yang menguasai teknologi-teknologi baru tersebut," kata Andy. Selain itu, ada temuan menarik yang terkait dengan pengadaan staf ini. "Sebanyak 35 persen perusahaan skala menengah membutuhkan staf yang mengerti segalanya."

Di samping hal-hal tersebut, salah satu temuan kunci dari riset ini adalah perencanaan disaster recovery atau pemulihan akibat bencana seharusnya lebih ditingkatkan. Sepertiga dari perusahaan yang disurvei menyatakan belum mendokumentasikan sebagian datanya untuk mengantisipasi bencana. Karena itu, dalam salah satu rekomendasi Symantec terhadap hasil penelitian ini, perusahaan skala menengah seyogianya meningkatkan program disaster recovery untuk mengantisipasi jika terjadi bencana (lihat boks).

Penelitian yang melibatkan perusahaan dari berbagai bidang, seperti teknologi, manufaktur, serta perbankan, tersebut sebenarnya juga dilakukan pada tahun sebelumnya (2008). Hasil penelitian tahun 2009 itu juga tak jauh berbeda dengan hasil survei yang dilakukan pada 2008, yakni sebagian besar perusahaan skala menengah ingin mengadopsi teknologi baru untuk data center mereka.

Sayangnya, penelitian yang dilakukan pada November 2009 itu tidak menyurvei persentase "cita-cita" mereka pada 2008 yang bisa direalisasi pada 2009. Nah, apakah perusahaan-perusahaan skala menengah itu bisa merealisasi harapan mereka untuk mengadopsi sejumlah teknologi baru pada 2010 ini, kendati punya bujet terbatas? Semuanya berpulang kepada mereka. l DIMAS

BOKS

Rekomendasi Symantec

1. Pilihlah solusi yang mendukung data center dari berbagai tipe.

2. Pilih teknologi yang memudahkan pengguna atau staf untuk mengelola data center. Cobalah terapkan deduplikasi untuk mengurangi redundansi (berlebihan) data, serta mengurangi biaya penyimpanan dan jaringan.

3. Coba lakukan penghematan dari sisi storage, karena storage adalah salah satu belanja teknologi informasi terbesar.

4. Tingkatkan disaster recovery testing untuk mengantisipasi bencana.

5. Memilih teknologi perlindungan data yang dapat melindungi seluruh aset yang ada di dalam data center.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Kaum sesat sulit terdeteksi
12/05/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Komunitas kaum Yahudi berencana merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Israel yang jatuh pada Sabtu 14 Mei 2011 lusa. Mereka bahkan tak takut terhadap ancaman ormas dan warga yang hendak menggagalkan aksi [ ... ]


Install Driver NVIDIA MX 4000
04/11/2009 |
article thumbnail

Bagi anda yang masih menggunakan Wind*** biasanya saat anda terpaksa atau rutin meng-install ulang Sistem Operasi Wind*** karena terinfeksi virus, file system corrupt, partisi rusak, pernah di hack, b [ ... ]