3 roti bakery terpopuler di Jakarta

Penilaian Pengunjung: / 5
KurangTerbaik 

Roti merupakan salah satu penganan ringan yang bisa membuat OpenRicers merasa sedikit kenyang karena kandungan karbohidratnya. Karbohidrat dalam sebuah roti mampu membuat kita bertahan dari rasa lapar selama satu hingga dua jam. Maka, tidaklah mengherankan jika banyak orang akan mencari roti untuk mengganjal rasa lapar yang belum terlalu terasa. Menjamurnya kios roti selama beberapa tahun belakangan ini tentu menciptakan peluang yang sangat baik bagi para pebisnis yang perlahan-lahan mulai menekuni bidang kuliner dengan lebih serius lagi. Berikut ini adalah data yang berhasil dikumpulkan berdasarkan dari jumlah review maka untuk tingkat kepopuleran toko roti yang ada saat ini. Dari beberapa Mall di Jabodetabek.

http://id.bo.openrice.com/UserPhoto/Article/0/4/0000UJ9C46CA6863207E64l.jpg1.Breadtalk. Menempati urutan pertama dengan jumlah 93 reviews, ternyata Breadtalk bukan hanya memberikan variasi rasa dan pelayanan yang maksimal, namun wangi yang tercium selama berada di sekitarnya jelas menjadi salah satu fakor pengundang banyaknya OpenRicers yang tergiur untuk melangkahkan kaki ke dalam storenya. Pembukaannya yang pertama kali di Singapura pada 6 maret 2003, Breadtalk membawa konsep toko roti yang lebih fresh dan berbeda dari toko-toko roti yang sudah pernah ada sebelumnya. Menampilkan open kitchen dengan kaca transparan sehingga para pengunjung dapat melihat proses pembuatan setiap roti dengan lebih clean tentu memberi kesan tersendiri. Bukan hanya menjajakan pilihan roti yang bervariasi saja, Breadtalk terus mengusung menu baru mulai dari cake, tart, hingga pastry. Store Breadtalk kini tersebar hampir di seluruh Indonesia dengan omset yang tentunya cukup fantastis.

http://id.bo.openrice.com/UserPhoto/Article/0/4/0000UK2D0EB687D83F9882l.jpg2.Roti Boy. Siapa yang tidak mengenal Roti Boy? Aroma kopi yang menguar di setiap storenya jelas mampu menarik pengunjung untuk sekedar mampir dan akhirnya membelanjakan uang untuk sepaket Roti Boy. Berada di urutan kedua di OpenRice.com dengan 27 reviews, menjadikan Roti Boy sebagai salah satu menu cemilan yang cukup banyak direkomendasikan OpenRicers. Walaupun hanya memiliki dua varian rasa yaitu Original dengan aroma kopi yang kuat atau Plain dengan rasa butter yang lebih gurih, namun Roti Boy terbukti mampu bersaing dengan sesama bakery yang telah besar dan memiliki nama. Bentuknya yang unik seperti bun, membuat tampilan Roti Boy menjadi lebih menarik, ditambah lagi dengan kerenyahannya ketika masih hangat disajikan, citarasa yang kuat dari Roti Boy. Roti Boy juga telah tersebar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia, bahkan bisa ditemukan di bandara antar kota.

http://id.bo.openrice.com/UserPhoto/Article/0/4/0000UL02FEAF41A9F6E94Al.jpg3.BreadLife. Sekilas nama BreadLife memang sangat mirip dengan Breadtalk, namun apakah mereka merupakan saingan dalam industry bakery? Pada kenyataannya, konsep yang disajikan sungguh berbeda, karena BreadLife mengusung tema Japanese Bakery dengan penggunaan huruf kanji dan warna kuning menyolok yang dipakai sebagai branding mereka saat ini. Tersebar di 8 kota besar, BreadLife ternyata mampu menarik minat pengunjung dengan jumlah yang tidak sedikit. Hal ini bisa ditemukan dari 25 reviews yang masuk dalam OpenRice.com, mereka menceritakan kelezatan yang ditawarkan oleh BreadLife. Konsep yang diusung memang sedikit mirip dengan Breadtalk, karena mengedepankan open space kitchen juga sehingga pengunjung juga merasa familiar dengan melihat proses pengerjaan setiap roti yang akan disajikan. Namun dari jenis variant rotinya jelas berbeda, karena rasa serta bahan yang digunakan pun dipilih yang terbaik dari wilayah berbeda.

 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."