Selasa, Mei 22, 2018
Text Size

Search

Berita Teknologi

Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

KOMPAS.com - Setelah selama ini hanya meyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter...

6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

Suara.com - Internet ibarat pedang bermata dua. Jika tak hati-hati menggunakannya, Anda bisa...

Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama para pemangku kepentingan di bisnis nama...

Yahoo kembali bangkit

Situs web Yahoo unggul 3 bulan berturut-turut sebagai situs web yang paling banyak dikunjungi di...

  • Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

    Kamis, 30 Maret 2017 19:49
  • 6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

    Jumat, 29 Juli 2016 10:22
  • Kapan Mobil Bisa Jalan Sendiri Dijual di Indonesia?

    Jumat, 29 Juli 2016 10:17
  • Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:37
  • Yahoo kembali bangkit

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:34
News Berita Teknologi Google sudah memindai 100.000 buah buku terbitan Prancis tanpa minta izin secara hukum
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Google sudah memindai 100.000 buah buku terbitan Prancis tanpa minta izin secara hukum

Penilaian Pengunjung: / 1
KurangTerbaik 

 

Pengelola laman pencari informasi terkemuka, Google, harus membayar denda sebesar 10.000 euro (sekitar Rp 135,6 juta) per hari. Itu adalah ganjaran yang diberikan pengadilan di Paris atas ulah Google yang melanggar undang-undang hak cipta Prancis mengenai penerbitan buku.


Berdasarkan vonis pengadilan Jumat waktu setempat, denda harian itu berlaku hingga Goggle berhenti menayangkan kutipan-kutipan semua buku terbitan Prancis yang masih dilindung undang-undang hak cipta.

Selain denda harian, Goggle juga harus membayar biaya ganti rugi sebesar 300.000 euro (sekitar Rp 4,06 miliar) kepada penerbit asal Prancis, La Martiniere. Perusahaan itu mewakili penerbit-penerbit asal Prancis untuk mengggugat Google.

Mereka geram bahwa Google sudah memindai 100.000 buah buku terbitan Prancis ke basis datanya tanpa meminta izin kepada penerbit yang bersangkutan melalui proses hukum. Pasalnya, 80 persen dari buku-buku yang dipindai Google sudah mendapat perlindungan hak cipta di Prancis.

Menanggapi vonis, kuasa hukum Google, Alexandra Neri, mengungkapkan kliennya akan mengajukan banding.

Keputusan pengadilan Paris itu menghalangi ambisi Google untuk mewujudkan perpustakaan digital yang bisa dinikmati semua orang. Dimulai sejak lima tahun lalu, Google menyediakan laman khusus yang menyediakan informasi dan kutipan buku-buku dari manca negara melalui internet.

Namun, pihak berwenang di Amerika Serikat (AS) sudah mewanti-wanti Google dalam membentuk perpustakaan digital karena bakal tersandung masalah perlindungan hak cipta, apalagi untuk buku-buku terbitan baru.

Kalangan penerbit di Prancis menyambut gembira putusan pengadilan di Paris. "Ini menunjukkan kepada Goggle bahwa mereka bukanlah raja dan mereka tidak bisa melakukan apapun yang mereka mau," kata Serge Eyrolles, presiden Syndicat National de l'Edition.

Para penerbit itu sebenarnya masih ingin bekerja sama dengan Google untuk membuat terbitan mereka dalam bentuk digital. "Namun itu bisa dilakukan bila mereka [Google] tidak lagi mempermainkan kami dan mulai menghormati hak cipta," kata Eyrolles.

Sementara itu, Philippe Colombet, ketua divisi pemindaian buku Google di Prancis, mengritik putusan pengadilan itu. "Pembaca di Prancis kini terancam kehilangan akses untuk mendapatkan pengetahuan secara signifikan dan tertinggal dari para pengguna internet di tempat-tempat lain," kata Colombet.

Sumber : ViVaNews.Com

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Megawati: Ahok, Sudahlah Jangan Cerewet
30/03/2017 | Indra Febria Widy
article thumbnail

.   Kompas.com - Megawati menasihati Ahok agar tidak terlalu banyak bicara. Mengingat kondisi politik yang tengah tidak stabil. "Jadi saya sempat bilang ke Pak Ahok, 'sudahlah jangan  [ ... ]


Ditemukan 5 Kasus H1N1 pada Jemaah Indonesia
05/12/2009 |
article thumbnail

  Terdapat 5 kasus influenza A H1N1 pada jemaah haji Indonesia, 3 kasus sudah dinyatakan sehat dan kembali ke kloter masing-masing dan 2 kasus berikutnya saat ini [ ... ]