Sabtu, September 21, 2019
Text Size

Search

Berita Teknologi

Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

KOMPAS.com - Setelah selama ini hanya meyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter...

6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

Suara.com - Internet ibarat pedang bermata dua. Jika tak hati-hati menggunakannya, Anda bisa...

Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama para pemangku kepentingan di bisnis nama...

Yahoo kembali bangkit

Situs web Yahoo unggul 3 bulan berturut-turut sebagai situs web yang paling banyak dikunjungi di...

  • Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

    Kamis, 30 Maret 2017 19:49
  • 6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

    Jumat, 29 Juli 2016 10:22
  • Kapan Mobil Bisa Jalan Sendiri Dijual di Indonesia?

    Jumat, 29 Juli 2016 10:17
  • Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:37
  • Yahoo kembali bangkit

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:34
News Berita Teknologi Iran telah memblokir semua situs dikelolah Google
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Iran telah memblokir semua situs dikelolah Google

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Iran dilaporkan memblokir akses ke mesin pencari Google dan layanan Gmail. Mengutip laman The Guardian, langkah ini dilakukan sebagai reaksi protes terhadap film "Innocence of Muslims", yang melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

"Google dan Gmail akan difilter di selurung penjuru negara hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata Abdolsamad Khoramabadi, pejabat Iran yang berwenang dalam urusan sensor online dan kejahatan komputer.

Belum diketahui apakah pemblokiran ini akan dilakukan secara sementara, atau bersifat permanen. Khoramabadi mengatakan keputusan ini diambil setelah rakyat Iran mendesak pejabat untuk menyaring situs yang memberikan tautan ke film besutan Nakoula Basseley Nakoula alias Sam Becile.

Sedangkan Reuters yang mengutip Kantor Berita Pelajar Iran (ISNA), mengatakan pemblokiran Google disebabkan munculnya film anti-Islam itu di situs YouTube, layanan video sharing milik Google. Reuters juga menyebut, YouTube menolak untuk melarang peredaran trailer film itu, walaupun Google bersedia untuk memblokir akses di suatu negara, jika ada permintaan resmi dari negara itu. Pemblokiran ini sudah dilakukan di sejumlah negara seperti Indonesia, India, dan Malaysia.

Meski begitu, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran mengenai alasan dari langkah pemblokiran ini.

Saat tengah malam tiba di Teheran, Google masih dapat diakses. Tapi akun Gmail sulit diakses. "Beberapa jam lalu saya masih bisa mengakses akun Gmail. Tapi sekarang tidak bisa membukanya," kata salah seorang warga Teheran yang menolak menyebut nama. Meski begitu, warga di kota Isfahan mengatakan Gmail masih bisa diakses.

Sebagian warga Iran pun memprotes pemblokiran terhadap Google dan Gmail. Ironisnya, protes mereka disalurkan melalui pesaing Google, Facebook, juga Twitter.

"Dengan memblokir Gmail/Google, pemerintah #Iran menghukum rakyatnya sendiri atas film anti-Islam itu. Banyak rakyat Iran yang tak mau melihat/tak peduli," tulis Golnaz Esfandiari, blogger di situs Radio Free Europe, di sebuah tweet.

Intranet Nasional


Selain itu, rencana penyaringan terhadap Google dan Gmail disebut terkait rencana pemerintah Iran yang akan meluncurkan sistem internet nasional. Sistem intranet yang terpasang di seluruh Iran ini direncanakan akan menggantikan layanan berbasis world wide web.

"Dalam beberapa hari, seluruh institusi dan kantor pemerintahan akan terhubung dengan jaringan informasi nasional," kata Ali Hakim-Javadi, Deputi Menteri Komunikasi dan Teknologi, dilansir dari the Guadian.

Rencana intranet Iran ini dikhawatirkan pengguna internet akan memblokir akses internet global. Meski begitu, ada yang mengatakan  langkah ini dilakukan Iran untuk melindungi data militer, perbankan dan data sensitif lain, dari serangan di luar Iran.  

"Iran takut serangan cyber seperti virus Stuxnet, dan mencoba melindungi data sensitif untuk bisa diakses dari world wide web," kata ahli IT Iran yang dekat kepada proyek ini, kepada Guardian.

Sebagai informasi, Stuxnet merupakan worm yang didesain menyerang dan melakukan sabotasi terhadap proyek pengayaan uranium Iran. Serangan Stuxnet marak terjadi di sejumlah fasilitas nuklir Iran pada 2010.

 

Sumber : viva

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Twitter media sosial paling di handalkan saat gempa
16/03/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Jejaring sosial benar-benar menjadi media andalan dalam menyampaikan berita dan informasi real-time. Saat Tsunami terjadi di Jepang, Twitter kebanjiran 1.200 tweet per menit.

Dilansir melalui Onlin [ ... ]


Di balik kisah Facebook
26/02/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Situs jejaring sosial Facebook memang dikenal tidak hanya sebagai situs pertemanan saja, bahkan terkadang bisa menjadi ajang jual beli berbagai produk. Lalu bagaiman kalau yang dijajakan adalah  [ ... ]