Kamis, November 23, 2017
Text Size

Search

Berita Teknologi

Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

KOMPAS.com - Setelah selama ini hanya meyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter...

6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

Suara.com - Internet ibarat pedang bermata dua. Jika tak hati-hati menggunakannya, Anda bisa...

Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama para pemangku kepentingan di bisnis nama...

Yahoo kembali bangkit

Situs web Yahoo unggul 3 bulan berturut-turut sebagai situs web yang paling banyak dikunjungi di...

  • Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

    Kamis, 30 Maret 2017 19:49
  • 6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

    Jumat, 29 Juli 2016 10:22
  • Kapan Mobil Bisa Jalan Sendiri Dijual di Indonesia?

    Jumat, 29 Juli 2016 10:17
  • Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:37
  • Yahoo kembali bangkit

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:34
News Berita Teknologi Penggunaan Wireless tidak cocok untuk transfer data cukup besar
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Penggunaan Wireless tidak cocok untuk transfer data cukup besar

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Di Indonesia jaringan nirkabel digunakan untuk menangani hampir seluruh aktivitas internet, padahal daya tampungnya yang lebih kecil dari jaringan fixed lined bisa membuat kongesti (kelebihan beban) lebih mudah terjadi.

Saat ini, ikatakan bahwa 95 persen koneksi internet Indonesia ditangani oleh jaringan nirkabel. Padahal jaringan nirkabel tersebut memiliki daya tampung hanya sepertiga  fixed line (kabel).

"Wireless itu daya tampungnya sepertiga fixed line (kabel), kalau fisik bisa 5 Mb dan idealnya bahkan bisa mencapai 20 Mb. Bahkan Telkom sudah merencanakan yang bisa mencapai 50 Mb," terang Setyanto P. Santosa, ketika dihubungi okezone via ponsel, Selasa (21/2/2012).

Selain perkara daya tampung tersebut, menurut Setyanto, mestinya komposisi antara jaringan nirkabel dengan fixed line adalah 40 persen berbanding 60 persen. "Coba saja  buka internet dengan handphone Anda, koneksinya pasti lambat dan sulit mengakses gambar," tandasnya.

Bila membandingkan diri ke negara lain, pembangunan infrastruktur internet di Indonesia bisa dikatakan terbalik. Negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia, atau Australia sudah selesai membangun infrastruktur fisik, baru kemudian masuk mobile internet. Indonesia sebaliknya, sebelum infrastruktur fisik selesai dibangun sudah masuk mobile internet.

Ditambah lagi, setelah masuknya mobile internet kemudian datang 3G. Jaringan 3G semakin memudahkan akses internet lewat perangkat bergerak. Dan karena  di rumah-rumah tidak tersedia jaringan kabel (fixed line), akses dari sana pun dilakukan lewat nirkabel atau ponsel genggam. Banyaknya akses ini membuat jaringan nirkabel congested (kelebihan beban).

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

China Usahakan Diskusi Dengan Google,Inc
06/03/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

  BEIJING - China dikabarkan sedang mengadakan diskusi secara mendalam dengan pihak Google, menyusul ketegangan di antara keduanya, yang berujung pada niat Google untuk 'cabut' dari C [ ... ]


Pertambangan Internasional di Sumbawa akan merusak lingkungan
12/07/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Kepala Adat Suku Cek Bocek Selesek Reen Sury, Dato Sukanda, menegaskan, rencana pemberian ijin operasi pertambangan skala besar dari perusahaan internasional di wilayah adat suku itu di Pulau Sumba [ ... ]