Text Size
Sabtu, Februari 22, 2020

Search

Berita Teknologi

Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

KOMPAS.com - Setelah selama ini hanya meyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter...

6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

Suara.com - Internet ibarat pedang bermata dua. Jika tak hati-hati menggunakannya, Anda bisa...

Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama para pemangku kepentingan di bisnis nama...

Yahoo kembali bangkit

Situs web Yahoo unggul 3 bulan berturut-turut sebagai situs web yang paling banyak dikunjungi di...

  • Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

    Kamis, 30 Maret 2017 12:49
  • 6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

    Jumat, 29 Juli 2016 03:22
  • Kapan Mobil Bisa Jalan Sendiri Dijual di Indonesia?

    Jumat, 29 Juli 2016 03:17
  • Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

    Jumat, 25 Oktober 2013 08:37
  • Yahoo kembali bangkit

    Jumat, 25 Oktober 2013 08:34
News Berita Teknologi Survei teknologi Cloud Computer di Indonesia
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Survei teknologi Cloud Computer di Indonesia

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Symantec Corp. mengumumkan hasil-hasil dari survei '2011 Virtualization and Evolution to the Cloud'. Hasil survei tersebut menguak perbedaan antara ekspektasi dan kenyataan saat perusahaan menggelar solusi cloud.

Di survei ini menemukan bahwa para CEO dan CFO khawatir bahwa kalau migrasi business-critical ke lingkungan cloud mendapat kendala seperti keamanan, ketersediaan serta kinerja. Survei ini dilakukan lebih dari 3.700 perusahaan dunia dan 100 perusahaan di Indonesia.

"Migrasi ke cloud adalah sebuah evolusi yang rumit, bagi banyak perusahaan," ujar Raymond Goh, Regional Technical Director for System Engineering, Symantec, di Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Yang paling nyata dari penerapan solusi cloud computing untuk perusahaan di seluruh dunia saat ini adalah perbedaan yang cukup besar antara ekspektasi dengan kenyataan.

"Perbedaan paling mendasar adalah perbedaan ekspektasi, terkecuali virtualisasi endpoint, yang tidak memiliki perbedaan," ungkap survei Symantec.

Lalu dikatakan bahwa perbedaan besar dalam proyek virtualisasi server adalah tetap harus mengikuti perkembangan tren teknologi. Sementara kekurangan pada virtualisasi penyimpanan adalah 28 persen, dengan kekcewaan yang muncul untuk kelincahan serta skalabilitas.

"Untuk virtualisasi endpoint/dekstop tingkat kesenjangannya rata-rata adalah 0 persen. Namun mereka mengungkapkan kekcewaan terhadap penyediaan aplikasi," tulis survei tersebut.

Lalu dikatakan pula bahwa 81 persen perusahaan di dunia sudah mulai mempertimbangkan private Storage-as-a-Storage (SaaS), namun proyek-proyek tersebut memiliki tantangan dalam implementasinya dan kesenjangan ekspektasinya mencapai 28 persen. Sebagai contoh, berkurangnya kerumitan merupakan tujuan 100 persen responden, sementara yang tercapai hanya sebesar 53 persen.

Survei ini juga menyebutkan bahwa perusahaan yang berencana untuk mengimplementasi virtualisasi cloud 63 persen berencana untuk memvirtualisasikan aplikasi database mereka dalam 12 bulan. 44 persen berencana untuk memvirtualisasikan aplikasi-aplikasi web, dan 44 persen lainnya berencana untuk memvirtualkan aplikasi-aplikasi email serta kalender.

Symantec sendiri melihat bahwa perusahaan lebih lambat untuk memanfaatkan teknologi-teknologi hybrid/private cloud.

Lalu, dengan semakin banyaknya teknologi cloud yang diadopsi, maka biaya dan kinerja penyimpanan juga harus dipikirkan. 47 persen responden mengatakan biaya penyimpanan secara signifikan dengan virtualisasi server. 79 persen perusahaan juga menjadikan keamanan sebagai sebuah tantangan yang besar dalam mengimplementasi virtualisasi server.

Selain itu, melalui survei ini, 47 persen dari CFO yang sedang mengimplementasi hybrid/cloud 'kurang terbuka' untuk memindahkan aplikasi-aplikasi bussiness-critical.

"Kekahawatiran utama yang disinggung mengenai virtualisasi dan implementasi hybrid cloud adalah kinerja, kehandalan, serta keamanan," ungkap Raymond.

Empat rekomendasi Symantec agar perjalanan pengadopsian virtualisasi/cloud ke depannya lancar adalah:

1. Pastikan keselarasan antara TI dan eksekutif dalam virtualisasi dan inisiasif
2. Jangan bekerja dalam satu lingkungan terisolisasi (silo) dalam hal komputasi awan
3. Tingkatkan dan modernisasikan infrastruktur yang sudah ada
4. Tetapkan ekspektasi realistis dan perhatikan hasilnya

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Edit Foto dengan Photoshop
15/11/2009 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Koreksi Warna Menggunakan Levels dan Auto Levels Untuk mengoreksi warna, Anda bisa menggunakan Levels dan Auto Levels. Kedua fitur ini memiliki perbedaan dalam hal pemakaiannya saja. Berikut penjelas [ ... ]


Energi Listrik Ramah Lingkungan Untuk Kinerja Server
19/04/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

 
Google, eBay, FedEx, Walmart and Coca-Cola merupakan contoh perusahaan yang telah menggunakan pembangkit energi yang pengembangannya merupakan teknologi yang ta [ ... ]