Senin, September 24, 2018
Text Size

Search

Berita Terkini

Megawati: Ahok, Sudahlah Jangan Cerewet

.   Kompas.com - Megawati menasihati Ahok agar tidak terlalu banyak bicara. Mengingat kondi...

Makin Panas! Tutup Ribuan Sekolah, Bekuk Keponakan Gulen

Langkah pembersihan unsur-unsur pendukung kudeta semakin menjadi-jadi di Turki.  Sebanyak 1.043...

Sutarman dilantik Kapolri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat sore, di Istana Negera melantik Komisaris Jenderal (Pol)...

Dibalik krisis United Stated terhadap perbankan Indonesia

Industri perbankan Tanah Air diterpa isu tak sedap. Beberapa pejabat bank pemerintah di Indonesia...

Sejarah Singkat Terbentuknya Negara Zionisme

Pertempuran antara Israel dan Kelompok Hamas, yang menguasai Gaza, sebenarnya adalah rangkaian dari...

  • Megawati: Ahok, Sudahlah Jangan Cerewet

    Kamis, 30 Maret 2017 19:54
  • Makin Panas! Tutup Ribuan Sekolah, Bekuk Keponakan Gulen

    Jumat, 29 Juli 2016 10:15
  • Sutarman dilantik Kapolri

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:42
  • Dibalik krisis United Stated terhadap perbankan Indonesia

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:20
  • Sejarah Singkat Terbentuknya Negara Zionisme

    Selasa, 20 November 2012 09:08
News Berita Terkini Para Delegasi KTT Perubahan Iklim Berjuang Untuk Capai Sepakat
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Para Delegasi KTT Perubahan Iklim Berjuang Untuk Capai Sepakat

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

 

KOPENHAGEN - Delegasi tiap-tiap negara yang hadir dalam KTT Perubahan Iklim PBB (UNFCCC) di Kopenhagen, Denmark, terus berjuang untuk mengakhiri pertemuan dengan menghasilkan sebuah kesepakatan.

Namun pertemuan tersebut hanya menyisakan kesepakatan yang bersifat politis. Desakan adanya kesepakatan yang mampu mengikat secara hukum sepertinya tidak akan tercapai.

Lima negara yakni AS, China, India, Brasil, serta Afrika Selatan, sepakat untuk membatasi pemanasan global hingga dua derajat Celcius. Selain kesepakatan untuk mengucurkan bantuan sebesar USD30 miliar untuk negara berkembang selama tiga tahun terakhir dan menargetkan penyediaan dana USD100 miliar pada 2020 untuk membantu negara miskin mengatasi krisis perubahan iklim.

Kesepakatan tersebut juga menyertakan mekanisme metode verifikasi pengurangan emisi karbon bagi negara maju, di mana pihak AS mendesak China untuk menurunkan perlawanannya atas mekanisme tersebut. Hal ini justru mengundang kecaman dari negara-negara berkembang.

"Afrika Selatan menandatangani kesepakatan yang hanya menyulitkan dirinya sendiri. Janji kucuran dana USD100 miliar tidak akan menyuap kami (negara afrika) untuk menghancurkan benua kami sendiri," ungkap Ketua G77 Lumumba Stanislaus Di-Aping, yang juga negosiator Sudan, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (19/12/2007).

Selain Sudan dan Tuvali, Venezuela juga menolak keras hasil kesepakatan lima negara ini. Delegasi Venezuela Cluadia Salerno Caldera bahkan menyebut Presiden Obama telah mendorong aksi kudeta atas kewenangan PBB dalam KTT kali ini, dengan memaksakan kesepakatan lima negara tersebut.

Sementara Presiden Komisi Uni Eropa juga mengutarakan kekecewaannya atas kesepakatan yang tidak terikat secara hukum tersebut, meskipun Uni Eropa akan menerima hasil kesepakatan.

Selama dua minggu penyelenggaraan KTT para pemimpin negara terus mengatasi kebuntuan di antara mereka. Seperti diketahui, syarat untuk kesepakatan tersebut menjadi terikat secara hukum ialah harus disetujui oleh 193 negara yang ikut dalam KTT yang digagas PBB ini.

Namun tidak sempurnanya susunan perjanjian membuat perundingan berjalan dengan alot. Hal ini pun diakui oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. "Jika tidak ada perjanjian, maka dua negara penyumbang emisi terbesar seperti India dan Cina akan terbebas dari kontrak apapun. Sama seperti halnya Amerika Serikat yang tidak meratifikasi Protokol Kyoto," tutur Sarkozy.

Beberapa pemimpin dunia kini telah meninggalkan Kopenhagen, di antaranya Presiden AS Barack Obama dan Presiden Brasil Luiz Inacio da Silva. Rencananya, perundingan mengenai perubahan iklim akan dilanjutkan tahun depan di Jerman.

 

Sumber : OkeZone.Com

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Google Tetap Di China
27/01/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

  Titik terang mengenai sengketa keberadaan Google China mulai terlihat. Ini setelah CEO Google Eric Schmidt menyatakan keinginannya untuk melakukan negosiasi ulang dengan pemerintah Chin [ ... ]


7 karakter pembantu rumah tangga
07/02/2012 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Kehidupan di Ibukota tercinta ini terkadang tidak terlepas dari yang namanya Pembantu Rumah Tangga (PRT). Mereka adalah orang-orang yang berjasa membuat rumah kamu tetap bersih, mencuci pakaian-pa [ ... ]