Senin, Mei 27, 2019
Text Size

Search

Berita Terkini

Megawati: Ahok, Sudahlah Jangan Cerewet

.   Kompas.com - Megawati menasihati Ahok agar tidak terlalu banyak bicara. Mengingat kondi...

Makin Panas! Tutup Ribuan Sekolah, Bekuk Keponakan Gulen

Langkah pembersihan unsur-unsur pendukung kudeta semakin menjadi-jadi di Turki.  Sebanyak 1.043...

Sutarman dilantik Kapolri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat sore, di Istana Negera melantik Komisaris Jenderal (Pol)...

Dibalik krisis United Stated terhadap perbankan Indonesia

Industri perbankan Tanah Air diterpa isu tak sedap. Beberapa pejabat bank pemerintah di Indonesia...

Sejarah Singkat Terbentuknya Negara Zionisme

Pertempuran antara Israel dan Kelompok Hamas, yang menguasai Gaza, sebenarnya adalah rangkaian dari...

  • Megawati: Ahok, Sudahlah Jangan Cerewet

    Kamis, 30 Maret 2017 19:54
  • Makin Panas! Tutup Ribuan Sekolah, Bekuk Keponakan Gulen

    Jumat, 29 Juli 2016 10:15
  • Sutarman dilantik Kapolri

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:42
  • Dibalik krisis United Stated terhadap perbankan Indonesia

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:20
  • Sejarah Singkat Terbentuknya Negara Zionisme

    Selasa, 20 November 2012 09:08
News Berita Terkini Investigasi Bom Di Rusia
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Investigasi Bom Di Rusia

Polisi Rusia terus mencari petunjuk dari Kaukasus Utara mengenai asal dan identitas dua perempuan pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 39 orang di metro Moskow. Jasad dua perempuan pelaku pengeboman, tercerai berai setelah keduanya meledakkan diri, masing-masing berselang 40 menit, di kereta yang tengah penuh penumpang di stasiun metro Moskow pada Senin (29/3). "Dua kepala perempuan itu kini menjadi bukti utama dalam investigasi polisi," ungkap situs berita Life.

Pihak berwenang Rusia memperkirakan pelaku bom di Park Kultury berusia antara 20-25 tahun. Tapi selain identitas gender pelaku pengeboman, tidak ada informasi resmi mengenai latar belakang pelaku yang terungkap ke media massa.


Kepala Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) Alexander Bortnikov menjelaskan, serangan itu direncanakan kelompok milisi yang terkait dengan Kaukasus Utara, wilayah mayoritas Muslim di Rusia.

"Kedua perempuan memiliki kaitan dengan tempat kediaman di Kaukasus Utara," katanya tanpa memberi rincian lebih lanjut.

Sumber keamanan yang dikutip media Rusia mengatakan, investigasi telah mengonfirmasi bahwa kedua perempuan itu naik satu kereta metro bersama pada Senin (29/3) di stasiun Yugo-Zapadnaya, ujung barat jalur metro satu.

"Kedua pelaku ditemani ke stasiun itu oleh dua perempuan dan seorang pria yang terekam kamera keamanan. Foto-foto mereka telah dikirim ke seluruh kantor polisi," ungkap kantor berita Interfax.

Surat kabar Kommersant menulis, tidak ada dokumen yang ditemukan di jasad kedua pelaku pengeboman. Tapi satu tiket metro ditemukan pada salah satu perempuan itu yang membenarkan bahwa dia naik kereta di Yugo-Zapadnaya.

Serangan perempuan pengebom itu menciptakan kepanikan di penjuru Rusia. Insiden tersebut mengingatkan hari-hari gelap kurang dari satu dekade silam, saat perempuan yang disebut "Black Widows" atau "Janda-janda Hitam" melakukan serangkaian serangan bunuh diri yang mematikan.

Nama Black Widow mencuat setelah banyak sekali perempuan yang suaminya tewas terbunuh tentara Rusia dalam operasi militer di Kaukasus Utara. Janda-janda itu menjadi pelaku bom bunuh diri untuk membalas dendam atas aksi brutal tentara pemerintah Rusia.

Pemimpin wilayah Ingushetia di Kaukasus Utara, Yunus-Bek Yevkurov, telah memerintahkan bahwa kerabat para pejuang di daerah itu diselidiki untuk kemungkinan terlibat dalam pengeboman awal pekan ini.

"Secara khusus, kami sedang memeriksa di mana tempat tinggal para perempuan dan pemuda itu," katanya.

Kommersant dan Interfax mengutip sumber yang mengatakan, penyelidik mengamati kemungkinan bahwa operasi militer di Kaukasus Utara bulan ini yang menewaskan seorang pejuang senior, dapat menjadi motif balas dendam dalam serangan bom di Moskow.

Pada 2-3 Maret silam, militer menyerbu desa Ekazhevo di Ingushetia yang menewaskan pemimpin gerilyawan Muslim Alexander Tikhomirov yang dikenal sebagai Said Buryatsky. Tujuh pejuang lain juga tewas dalam serangan tentara Rusia tersebut.

Menurut sumber yang dikutip Kommersant, Tikhomirov yang merupakan mualaf asal Siberia itu telah merekrut dan melatih 30 calon pelaku bom bunuh diri dari Ingushetia dan Chechnya.

"Kini kami memeriksa apakah kerabat seluruh korban tewas dalam operasi khusus di Ekazhevo itu telah hilang, khususnya perempuan," ungkap sumber Kommersant. "Serangan bom itu bisa menjadi aksi balas dendam korban serangan militer," papar sumber yang dikutip Interfax.

Kemarin menjadi hari duka cita bagi seluruh rakyat Rusia. Hampir di seluruh penjuru negara itu dikibarkan bendera setengah tiang. Karangan bunga dan lilin dinyalakan di sejumlah stasiun kereta yang menjadi sasaran serangan bom.

Polisi mengetatkan keamanan di stasiun metro Moskow dan jaringan kereta di kota-kota, mulai dari St. Petersburg hingga Novosibirsk di Siberia.

Hampir seluruh program hiburan di radio dan televisi dibatalkan karena pemerintah menetapkan hari berkabung untuk para korban serangan bom

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Kiat tubuh segar saat wawancara kerja
29/05/2012 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Sudah menjadi rahasia umum di zaman globalisasi dan modernisasi saat ini, persaingan dalam mendapatkan pekerjaan impian semakin ketat. Tidak heran banyaknya pencari kerja mempersiapkan diri sebaik- [ ... ]


Tabrak kereta cepat di China
26/07/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Pemerintah komunis China kembali menerapkan langkah yang tegas terkait masalah yang merugikan publik. Sejumlah pejabat tinggi jawatan kereta api di Shanghai dipecat karena mereka dianggap lalai menj [ ... ]