Selasa, Oktober 16, 2018
Text Size

Search

Berita Nasional

Istana Merespons Aksi 313 Berhentikan Ahok

Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Pribowo menegaskan, Presiden Jokowi sangat...

Sri Mulyani Bisa Bawa Ekonomi RI Jadi yang Terbaik

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro berharap banyak...

Kronologi Eksekusi Mati Tahap III

Eksekusi mati tahap tiga sudah dilaksanakan di lapangan tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan,...

Kisruh SMS SBY dalam Perseteruan Demokrat-PPI

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta kadernya untuk mewaspadai manuver organisasi...

Century Masuk Babak Baru

Ketua dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad (tengah), Bambang...

  • Istana Merespons Aksi 313 Berhentikan Ahok

    Kamis, 30 Maret 2017 19:45
  • Sri Mulyani Bisa Bawa Ekonomi RI Jadi yang Terbaik

    Jumat, 29 Juli 2016 10:20
  • Kronologi Eksekusi Mati Tahap III

    Jumat, 29 Juli 2016 10:01
  • Kisruh SMS SBY dalam Perseteruan Demokrat-PPI

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:28
  • Century Masuk Babak Baru

    Selasa, 20 November 2012 09:17
News Berita Nasional Pemerintah Indonesia protes keras terhadap kawat diplomati US
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Pemerintah Indonesia protes keras terhadap kawat diplomati US

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Pemerintah Indonesia akan melayangkan protes keras terhadap pemberitaan di dua harian utama Australia, The Age dan Sydney Morning Herald. Kedua media itu memberitakan tuduhan tentang penyalahgunaan wewenang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berdasarkan kawat diplomatik rahasia yang dibocorkan Wikileaks

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto membantah keras pemberitaan dua koran Australia itu.

"Tuduhan terhadap Presiden SBY dan Ibu Ani melakukan tindakan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, mempengaruhi proses pengadilan adalah tidak benar," kata Djoko dalam pesan singkat, Jumat, 11 Maret 2011.

Djoko melanjutkan, pemerintah akan mengambil sejumlah langkah diplomatik untuk memprotes hal ini. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa akan segera memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk diminta segera memberi penjelasan dan klarifikasi kepada publik.

"Pemerintah akan protes keras terhadap substansi laporan diplomatik tersebut yang memuat informasi yang sangat mentah dan tidak diuji kebenarannya. Dan meminta Dubes AS segera memberikan klarifikasi kepada publik," kata Djoko.

Selain itu, Menteri Luar Negeri juga akan menggunakan hak jawabnya untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut kepada The Age dan Sidney Morning Herald.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Rakyat dunia bersiap untuk konferensi perubahan iklim
26/11/2009 |
article thumbnail

DENMARK - Lebih dari 60 pemimpin negara di dunia akan menghadiri Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Kopenhagen, Denmark, bulan depan.

Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen  [ ... ]


US busts Google, Apple, Intel over secret employee poaching pact
26/09/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

You've heard of the government's "Do Not Call" list aimed at shutting down unwanted telemarketers—but did you know that many tech companies have a "Do Not Cold Call" list aimed at shutting d [ ... ]