Rabu, Desember 19, 2018
Text Size

Search

Berita Nasional

Istana Merespons Aksi 313 Berhentikan Ahok

Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Pribowo menegaskan, Presiden Jokowi sangat...

Sri Mulyani Bisa Bawa Ekonomi RI Jadi yang Terbaik

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro berharap banyak...

Kronologi Eksekusi Mati Tahap III

Eksekusi mati tahap tiga sudah dilaksanakan di lapangan tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan,...

Kisruh SMS SBY dalam Perseteruan Demokrat-PPI

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta kadernya untuk mewaspadai manuver organisasi...

Century Masuk Babak Baru

Ketua dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad (tengah), Bambang...

  • Istana Merespons Aksi 313 Berhentikan Ahok

    Kamis, 30 Maret 2017 19:45
  • Sri Mulyani Bisa Bawa Ekonomi RI Jadi yang Terbaik

    Jumat, 29 Juli 2016 10:20
  • Kronologi Eksekusi Mati Tahap III

    Jumat, 29 Juli 2016 10:01
  • Kisruh SMS SBY dalam Perseteruan Demokrat-PPI

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:28
  • Century Masuk Babak Baru

    Selasa, 20 November 2012 09:17
News Berita Nasional Pers Jangan Provokatif
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Pers Jangan Provokatif

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pers Indonesia menghindari pemberitaan yang bersifat provokatif, jauh dari penghasutan-penghasutan, sehingga tidak merusak kerukunan umat beragama.

Pesan itu disampaikan Presiden dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Ke-65 tahun 2011 yang dipusatkan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (9/2/2011).

Hadir dalam acara itu Ny Ani Yudhoyono, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Panglima TNI Jenderal Agus Suhartono, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Hadir pula sejumlah tokoh pers senior dan pengusaha, seperti Atmakusumah Astraatmadja, Fikri Jufri, August Parengkuan, Tarman Azzam, Sabam Siagian, Dahlan Iskan, dan Chairul Tanjung.

Pada bagian lain pidatonya, Presiden berpesan agar pers dalam liputannya segaris dengan tekad dan komitmen untuk memperkokoh toleransi dan mencegah aksi-aksi yang merusak kerukunan beragama.

Presiden juga menyinggung persoalan aktual berkait dengan amuk massa di Cikeusik, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah. Lebih berat

Sebelumnya, ketika menyampaikan laporannya kepada Presiden, Ketua Panitia HPN sekaligus Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono menyatakan, tanggung jawab pers nasional saat ini justru semakin besar.

Pers nasional harus prihatin bahwa kondisi bangsa ini masih tertinggal dari sahabat-sahabat bangsa lain di sekitarnya. Oleh karena itu, pers nasional diharapkan ikut serta membangun dan mencarikan jalan keluar.

Mengutip pesan dari tokoh pers nasional Jakob Oetama yang baru saja ditemuinya menjelang HPN, Margiono menjelaskan, wartawan pada era sekarang ini sebenarnya sulit. Wartawan tidak bisa lagi melihat sebuah peristiwa sebatas peristiwanya itu sendiri, tetapi harus mendudukkan dalam konteksnya.

Pada bagian lain Margiono menjelaskan, dalam HPN Ke-65 di Kupang, kalangan pers nasional telah melaksanakan konvensi media dengan fokus membangun NTT dan memajukan pers nasional.

Menyangkut pembangunan NTT, melalui forum HPN, Selasa malam, ditandatangani nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi NTT dan Asosiasi Internasional Pengusaha Taiwan untuk investasi 30 juta dollar AS dalam bidang industri peternakan integratif di Pulau Sumba seluas 80.000 hektar dalam tiga tahun dari sekarang.

Sejumlah tokoh pers nasional juga memperoleh penghargaan dari PWI, misalnya Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama mendapat medali emas Spirit Jurnalisme, Sabam Siagian (The Jakarta Post) memperoleh medali emas Persaudaraan Pers, dan Fikri Jufri (pendiri majalah Tempo) mendapat penghargaan sebagai Tokoh Pers Bidang Kompetensi.

Sebelumnya, pada acara resepsi HPN, Selasa malam, Pemprov NTT dan panitia HPN menganugerahkan penghargaan berupa sertifikat dan cincin emas kepada 10 wartawan dan pekerja pers asal NTT yang dinilai berjasa bagi pendidikan masyarakat luas, khususnya masyarakat NTT, di media masing-masing.

Mereka, antara lain, Rikard Bagun (Pemred Kompas), alm Julius Syaranamual (Suara Pembaruan, Surya), Pastor Alex Beding (mantan Pemred Mingguan Dian), alm Valens Doy (Kompas), Frans Padak Demon (Voice of America), Lorens Tato (Media Indonesia), Primus Dorimulu (Investor Daily), dan Peter Rohi (Surya).

Selain itu, PWI juga memberikan penghargaan medali emas Persaudaraan Pers kepada Wakil Perdana Menteri Timor Leste Jose Luis Guterres dan Baharuddin B Reseh dari National Union Journalist of Malaysia.

Pada kesempatan yang sama, panitia HPN juga menganugerahkan Hadiah Adinegoro bagi 10 wartawan.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Twitpic bisa melakukan share video dalam update twitter
10/02/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Twitpic meluncurkan dukungan untuk video, yang bisa menghadirkan cara baru bagi para pengguna Twitter untuk berbagi video di timeline.

Layanan seperti Twitpic berperan penting dalam penyebaran beri [ ... ]


Ide mendesain pesawat militer khusus untuk mengangkut presiden AS muncul tahun 1943
12/11/2010 | melisavhimel
article thumbnail

  Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya tiba di Indonesia. Dari India, bersama istrinya, Michelle, Obama berangkat dengan pesawat kenegaraannya, Air Force One, langsung menuju Jakarta.  [ ... ]