Daerah Casablanca dan Kuningan akan macet selama 2 tahun

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Untuk mengantisipasi kemacetan akibat pembangunan jalan layang Casablanca dan Pangeran Antasari di Jakarta Selatan, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman telah menyiapkan skenario pengalihan arus dan rekayasa lalu lintas. Hal itu juga dilakukan untuk mengantisipasi pembangunan MRT di sekitar Jalan Fatmawati, Jakarta.

"Tentu kami sudah merancang skenario bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI," ujar mantan Kapolda Jawa Barat ini.  

Tak dipungkiri, kata dia, beban kendaraan di jalur lokasi pembangunan proyek akan sangat padat. Kendati dilakukan pengalihan, arus lalu lintas akan tetap macet. "Sama saja kami memindahkan beban kendaraan ke jalur lainnya. Tentunya jalur yang menerima beban bertambah macet," tuturnya.

Tidak hanya itu waktu tempuh pengendara juga dipastikan akan tertambah panjang. "Biasanya waktu tempuh di jalur itu 40 menit, sekarang jadi 60 menit," katanya.

Kapolda minta masyarakat bersabar. "Akan makin macet selama dua tahun, tapi setelahnya akan berkurang," katanya.

Dia mengatakan Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya akan bekerja maksimal untuk mengatur arus lalulintas.

Pemerintah DKI Jakarta akan membangunan jalan layang non tol (flyover) di kawasan Casablanca dan Pangeran Antasari. Lama pembangunan diperkirakan memakan waktu selama dua tahun. Pembangunan akan dimulai akhir 2010.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Basworo, mengatakan jalan layang Casablanca akan mulai dibangun dari Jalan KH Mas Mansyur hingga ke Pemakaman Menteng Pulo, membentang sepanjang tiga kilometer.

Kawasan Casablanca memiliki aktivitas lalulintas yang sangat tinggi, maka selama pembangunan dipastikan macet parah. Sistem buka tutup jalan diyakini adalah satu-satunya cara untuk mengurangi kemacetan. "Tidak akan mungkin diberlakukan sistem pengalihan jalan," ujar Ery.

Untuk itu, masyarakat diimbau mencari jalan alternatif bila tak ingin terjebak macet. "Risikonya memang seperti itu kalau ada pembangunan. Tidak ada pengalihan jalan, semua jalan sudah penuh juga," ujarnya

Dua jalan layang ini dinilai strategis untuk dibangun karena diyakini akan menurunkan traffic time dan mengurangi kemacetan. Pembangunan akan menggunakan dana multiyears dari APBD 2010-2012, yang jumlahnya totalnya mencapai Rp2 triliun.

Comments
Add New Search
satria   |202.152.243.xxx |2011-02-27 17:47:54

andai ku gayus tambunan yg bisa pergi ke bali pasti
smua keingginan bisa terpenuhi
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."