Minggu, Desember 16, 2018
Text Size

Search

Berita Nasional

Istana Merespons Aksi 313 Berhentikan Ahok

Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Pribowo menegaskan, Presiden Jokowi sangat...

Sri Mulyani Bisa Bawa Ekonomi RI Jadi yang Terbaik

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro berharap banyak...

Kronologi Eksekusi Mati Tahap III

Eksekusi mati tahap tiga sudah dilaksanakan di lapangan tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan,...

Kisruh SMS SBY dalam Perseteruan Demokrat-PPI

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta kadernya untuk mewaspadai manuver organisasi...

Century Masuk Babak Baru

Ketua dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad (tengah), Bambang...

  • Istana Merespons Aksi 313 Berhentikan Ahok

    Kamis, 30 Maret 2017 19:45
  • Sri Mulyani Bisa Bawa Ekonomi RI Jadi yang Terbaik

    Jumat, 29 Juli 2016 10:20
  • Kronologi Eksekusi Mati Tahap III

    Jumat, 29 Juli 2016 10:01
  • Kisruh SMS SBY dalam Perseteruan Demokrat-PPI

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:28
  • Century Masuk Babak Baru

    Selasa, 20 November 2012 09:17
News Berita Nasional Forest Eleven In Indonesia
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Forest Eleven In Indonesia

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Posisi Tawar Forest Eleven Akan Semakin Kokoh

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, menyatakan, kelompok negara-negara pemilik hutan utama dunia atau yang disebut  "Forest Eleven" akan semakin kokoh posisi tawarnya dalam program pelestarian lingkungan dunia.

"Posisi tawar yang semakin kokoh ini bukan untuk intensi yang negatif kepada negara-negara maju tentunya. Melainkan semakin memberi artikulasi tentang kepentingan hutan bagi dunia," katanya, kepada ANTARA News, di Nusa Dua, Bali, Rabu.

Natalegawa menyatakan, keanggotaan "Forest Eleven" ini telah bertambah lagi karena Guyana, Suriname, dan Guatemala menggabungkan diri. Sejak 2007, keanggotaan "Forest Eleven" terdiri dari Brazil, Kamerun, Kolombia, Kongo, Kosta Rik, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, dan Peru.

"Kelihatannya akan bertambah lagi, karena komunikasi di antara anggota forum ini dan negara-negara lain juga sangat intens," katanya.

Pada Selasa malam, 11 kepala delegasi negara-negara "Forest Eleven" telah bersidang dan sepakat untuk saling membagi pengetahuan untuk membangun kapasitas penanganan hutan secara sinambung. Brazil menawarkan pemantauan luasan hutan memakai teknologi pencitraan satelit dan Indonesia tentang pengelolaan hutan rakyat secara sinambung.

Hadir dalam sidang itu Natalegawa bersama mitranya, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Republik Demokratik Kongo, Edundo Bononge, Menteri Lingkungan dan Konservasi Papua New Guinea, Benny Allen, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Brazil, Fernando Lirio, dan Deputi Menteri Kehutanan Malaysia, Aziah Muhammad.

Selain itu Wakil Menteri Lingkungan dan Pembangunan Kawasan Kolombia, Claudia P Mora Pineda, Penasehat Teknis Menteri Lingkungan Kamerun, Prudence Galega, Wakil Menteri Manajemen Lingkungan Peru, Ana Maria Gonzalez del Valle Begazo, Deputi Menteri Lingkungan Gabon, Hubert Binga, Wakil Tetap Kosta Rika di Jenewa, Christian Guillermet.

"Posisi tawar `Forest Eleven` ini juga akan semakin kita buktikan karena banyak proyek kerja sama kehutanan dan lingkungan hidup yang bisa diimplementasikan dalam periode 2010-2011. Ini juga terkait mobilisasi dana yang tersedia dalam REDD-plus," katanya.

Indonesia sendiri hampir merampungkan rancangan final mekanisme penghitungan dan penerapan pengurangan gas emisi asal deforestasi dan degradasi (REDD) yang akan dibawa ke fora internasional soal lingkungan.

"Beberapa kabupaten di Indonesia telah menerapkannya. Secara mudah, dana untuk REDD ini akan diberikan sekitar 20 persen bagi masyarakat setempat dan ini salah satu adopsi penghitungan yang akan kita finalisasi," kata Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup, Masneliati Hilman.

Presiden Susilo B Yudhoyono pada Rabu menutup secara resmi Konferensi Lanjutan Istimewa Para Pihak Konvensi Basel, Rotterdam, dan Stockholm (ExCOP) sekaligus membuka Pertemuan ke-11 Sesi Khusus Dewan Pemerintahan UNEP/Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup Global (GC-UNEP/GMEF), di Nusa Dua, Bali.

Dalam sambutannya, Yudhoyono membuka wacana tentang kepentingan pembangunan berparadigma baru, yaitu berpihak pada kaum miskin, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi (pro poor, pro jobs, and pro growth).

Untuk paradigma pembangunan terakhir ini, Yudhoyono menawarkan konsep pembangunan dan pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan atau "green economy", yang menyeimbangkan pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Menurut Hilman, mekanisme penghitungan perdagangan karbon dalam kerangka REDD yang ditawarkan Indonesia bisa menjadi salah satu alternatif pemenuhan paradigma ekonomi hijau itu.

"Selama ini penghitungan perdagangan karbon itu memakai basis data citra satelit, apakah satu kawasan itu berubah tutupan vegetasinya atau tetap. Inilah yang dilakukan Brazil dan dicoba ditawarkan dalam pertemuan `Forest Eleven` semalam," katanya.

Walaupun Indonesia belum mengadopsi teknologi pencitraan itu secara baik, katanya, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa di lima kabupaten di Indonesia cakupan vegetasinya meningkat satu persen pada tahun lalu.

"Untuk menuju ke tahap penurunan emisi 26 persen pada 2020, kita juga sudah melakukan pembaruan sistem fiskal. Proyek-proyek yang pro lingkungan diberikan kebijakan fiskal khusus sebagai stimulan," katanya.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Penipuan di dunia makin berkembang
10/12/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Kepolisian Daerah Metro Jaya meminta masyarakat waspada terhadap modus penipuan melalui situs jual beli di internet.

Data Polda Metro Jaya sepanjang tahun 2010 menunjukkan, setiap bulan terjadi pulu [ ... ]


Iran waspadai mata-mata dari Israel, Amrika dan Barat
10/11/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Seorang anggota parlemen Iran  mengatakan bahwa negerinya telah dikepung oleh pusat mata-mata pihak Barat di dekat perbatasannya di negara tetangga.

Zohre Elahian, anggota Komisi Nasional dan Kebi [ ... ]