Kamis, September 18, 2014
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Sumatera Selatan
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Sumatera Selatan

Penilaian Pengunjung: / 9
KurangTerbaik 

 

Peta Provinsi Sumatera SelatanLahan sawah irigasi teknis mencapai 6,757 ha dan irigasi non teknis 809 ha. Lahan pertanian mencapai 5.524.725 ha atau setara dengan 70% total luas wilayah Sumatera Selatan. Kendati demikian, lahan padi di provinsi ini pada 2005 mencapai 626.849 ha dengan jumlah produksi 2.320.110 ton. Dari jumlah produksi itu, sekitar 171.928 ton berasal dari produksi lahan kering seluas 73.504 ha. Kabupaten dengan luas areal dan produksi padi tertinggi adalah  Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Timur.

Saat ini lahan sawah abadi seluas 752.150 ha, terdiri atas 399.521 ha atau 55% lahan sawah irigasi 113.655 ha atau 15% lahan sawah pasang surut, sawah lebak dan sawah tadah hujan dan sisanya 238.974 ha atau 30% adalah lahan sawah yang belum ditanami.
Perkebunan terhampar luas. pada 2005, kebun mencapai 26.884 ha dengan produksi 75.556 ton dan kebun ketela pohon seluas 14.432 ha dengan produksi 179.952 ton. Luas tanaman ubi jalar 3.379 ton, kebun bawang daun 330 ha dengan jumlah produksi 27.748 ton, kubis produksi 49.930 ton, sawi 770 ha jumlah produksi 68.799 ton.

Sumatera Selatan terkenal dengan produksi buah-buahan khususnya duku, durian, nanas dan pisang. Luas perkebunan duku mencapai 3.851 ha dengan produksi 62.226 ton, perkebunan durian 40.486 ha total produksi 29.000 ton. Namun demikian, pohon duku dan durian banyak yang sudah tua sehingga diremajakan. Perkebunan nanas mencapai 4.670 ha dan total produksinya 513.858 ton. Selain itu, perkebunan alpukat terhampar di atas lahan 275 ha dengan produksi 1.852 ton, perkebunan belimbing 95 ha memproduksi 1.786 ton, perkebunan jambu biji 311 ha memproduksi 13.085 ton, perkebunan jambu 834 ha memproduksi 15.442 ton, perkebunan jeruk siam 7.003 ha memproduksi 2.660.363 ton, perkebunan manggis 763 ha memproduksi 2.286 on dan perkebunan nangka seluas 1.484 ha dengan produksi 18.681 ton.

Provinsi ini juga memiliki sumber daya perkebunan seluas 1.878.983 ha yang merupakan perkebunan milik rakyat dan perusahaan, terdiri dari perkebunan karet, kelapa sawit, tebu, kopi, kelapa, lada dan lainnya dengan total produksi 4.040.150 ton. Ada empat komoditas yang dominan yaitu kelapa sawit, karet, kopi dan kelapa. Keempat komoditas tersebut tersebar hampir tersebar di semua kabupaten/kota. Kepemilikan perkebunan rakyat masih dominan dibandingkan milik perusahaan dan lainnya. Areal produksi karet rakyat seluas 1,2 juta ha, diikuti lahan produksi kelapa sawit 1,1 juta ha. Selama 20 tahun terakhir, laju pertumbuhan kedua komoditas ini sangat fantastis sebagai hasil kerja keras semua komponen yang berkecimpung dibidangnya.

Di sektor perikanan dan kelautan, penduduk yang menggeluti sektor ini mencapai 115.388 rumah tangga perikanan. Persentase perikanan diperoleh dari hasil budidaya ikan (56,18%), perairan umum (39,31%) dan perikanan laut (4,51%).  Pembangunan perikanan dititikberatkan pada pembangunan perikanan budidaya, termasuk di dalamnya pascapanen, yang pada 2005 mencapai 88.954,5 ton.

Hasil produksi ternak mulai dari daging, susu dan telur terus meningkat clari tahun ke tahun. Pada 2005, produksi daging sapi, kerbau, kambing, babi dan unggas mencapai 44.676 ton, Sedangkan produksi susu segar mencapai 277.000 liter, produksi telur sebesar 46.183 ton.

Provinsi Sumatera Selatan tidak kalah dengan provinsi lain dalam melestarikan hutan, suatu kinerja yang harus disambut positif luas hutan mencapai 4.416.837 ha atau 40,43% dari total luas wilayah provinsi, terdiri dari kawasan hutan konservasi seluas 714.416 ha (16,17 %), hutan lindung 760.523 ha (17%) dan hutan produksi 2.941.898 ha (66,61%).

Provinsi ini memiliki potensi pertambangan yang cukup besar, antara lain cadangan minyak bumi sebanyak 5,03 miliar barrel (10% cl) atau 5.032.992 matrick stack tank barrel. Cadangan minyak bumi diproduksi dengan pertumbuhan 10% per tahun dan dapat bertahan 60 tahun, Sedangkan cadangan batu bara diperkirakan sebesar 16.953.615.000 ton atau 60% cadangan nasional. Luas areal usaha pertambangan umum mencapai 1.030.128,75 ha, dengan pertambangan minyak dan gas 2.243,120,15 ha.

Pariwisata di daerah Sumatra Selatan cukup potensial untuk dikembangkan. Daerah ini memiliki obyek wisata yang beraneka ragam, baik wisata alam, sejarah maupun budaya. Sumsel memiliki obyek wisata berupa gunung-gunung dengan flora dan fauna yang beragam, seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS); sungai, danau, garis pantai yang sangat panjang, dan aneka ragam tradisi serta budaya yang unik dan menarik.

Wisata alamnya adalah Danau Ranau Kabupaten Ogan Komering Ulu, Musi Rawas, dan Musi Banyuasin. Panorama pantainya antara lain pantai Parai Tenggini, pantai Matras di Pulau Bangka, dan pantai Pasir Padi di Pulau Belitung. Panorama air terjun terdapat di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. Wisata budayanya meliputi Bukit Serelo, Gunung Dempo, Rumah Limas, pemukiman suku terasing Anak Dalam dan Kubu. Wisata sejarahnya antara lain situs Sri Wijaya berupa batu purbakala, patung kuno, dan museum di Palembang, kompleks Pemakaman di Bukit Siguntang serta Benteng Kuto Besak.

 

Sumatera Selatan di kenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya karena wilayah ini di abad VII – XII Masehi merupakan pusat kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Indonesia yakni Kerajaan Sriwijaya. Pengaruhnya bahkan sampai ke Formosoa dan Cina di Asia serta Madagaskar di Afrika.

Di provinsi yang amat sangat terkenal dengan kain songket dan kain pelanginya ini terdapat 12 jenis bahasa daerah dan delapan suku, di antaranya dominan adalah Suku Palembang, Suku Komering, Suku Ranau, dan Suku Semendo. Untuk menjaga keragaman ini tetap berada dalam harmoni, pemerintah lokal membuat peraturan daerah yang bertujuan untuk mengelola kebudayaan yang ada. Peraturan ini mencakup pemeliharaan bahasa, sastra serta aksara daerah, pemeliharann kesenian, pengelolaan kepurbakalaan kesejarahan serta nilai tradisional dan museum. Pariwisata Sumatera Selatan bahkan dalam koridor peraturan daerah in, agar pariwisata di sana tetap berbasis kebudayaan Sumatera Selatan di satu sisi dan bernilai ekonomi tinggi di sisi yang lain.


Masyarakat Sumatera Selatan umumnya hidup rukun dan agamis. Selama periode 2004 – 2006, misalnya, tidak terdapat catatan buruk tentang konflik antar kelompok atau antarsuku tertentu. Kendati demikian, sebagai langkah preventif pemerintah harus berupaya menggalang kerukunan diantara masyarakatnya dengan menghadirkan tokoh agama terkenal, dan lain sebagainya. Di berbagai forum semacam itulah pemerintah menekankan pentingnya harmoni dan stabilitas demi kelanjutan pembangunan.

 

Nilai export Sumatera Selatan tahun 2004 mencapai 282,400,859.00 ribu US $ dari perternakan hewan, daging sapi, perikanan, produk peternakan hewan, perkebunan, sayuran, buah-buahan dan kacang, kopi, teh, rempah-rempah, minyak biji-bijian, karet, resin, alas berbahan tanaman, minyak lemak hewani dan nabati, gula, permen, dan kakao.

Sumatera Selatan berpotensi oleh sector perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan, dan industri. Komoditas unggulannya adalah are kelapa sawit(1,359,190.58 ton di 2004), kopi (144,162.60 ton di 2004), karet (641,232.00 ton di 2004), perikanan tangkap (50,419.00 ton di 2004), kakao (983.00 ton di 2005), tebu (55,735.00 ton di 2005), nenas (9,201.00 ha di 2005), teh, industri CPO (930.00 ton di 2004), industri pengalengan nenas (520,012.00 ton di 2004), industri minyak sayur (669,000.00 ton di 2005), industri getah karet (641,232.00 ton suplai karet), industri pengolahan kopi (144,162.60 ton suplai kopi, industri pengalengan ikan (50,419.00 ton suplai ikan), industri the hijau, dan industri ikan beku (50,419.00 ton suplai ikan).

Komoditi nomor dua (non unggulan) adalah rajungan (126.00 ton di 2004), minyak alami (32.24 million barrels di 2004), gas alam, and industri pohon sawit (51,274,000.00 ha di 2004).

Beberapa peluang bisnis antara lain industri kelapa sawit, industri bahan kimia, iindustri bahan bangunan, industri keramik, alat tulis, hutan industri, industri pengelasan dan jasa teknologi khusus. Untuk menunjang keperluan bisnis, tersedia fasilitas dan infrastruktur telekomunikasi, tansportasi, air, listrik, perbankan, keuangan, pelabuhan, bandara, dan perhotelan. Bandara di sana antara lain Sultan Mahmud Baharudin II, Silampiri, TJ. Enim, Banding Agung, and Serdang Gelumbang, pelabuhan di asana antara lain idi Sungai Lumpur, Sungsang, Upang, Palembang, and Boom Baru.

Berita lain-lainnya

Ban Ki moon menyatakan bahwa mayoritas warga korsel mendukung perang dengan korut
30/11/2010 | World Friend Indonesia
article thumbnail

Lebih dari 80 persen orang Korea Selatan menyatakan bahwa militer negaranya seharusnya menyeranga balik sekerasnya setelah Korea Utara pekan laluo melancarkan serangan artileri maut, demikain sebuah [ ... ]


Edit Foto dengan Photoshop
15/11/2009 | World Friend Indonesia - Moderator
article thumbnail

Koreksi Warna Menggunakan Levels dan Auto Levels Untuk mengoreksi warna, Anda bisa menggunakan Levels dan Auto Levels. Kedua fitur ini memiliki perbedaan dalam hal pemakaiannya saja. Berikut penjelas [ ... ]