Selasa, September 16, 2014
Text Size

Search

Info Indonesia Kalimantan Barat
SocialTwist Tell-a-Friend

Kalimantan Barat

Penilaian Pengunjung: / 5
KurangTerbaik 

Peta Provinsi Kalimantan BaratSektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Kalimantan Barat. Pada 2006 kontribusinya mencapai sekitar 27,25 % dari total nilai PDRB atas dasar harga berlaku. Sektor inilah yang menghasilkan nilai tambah, devisa daerah sekaligus membuka banyak sekali lapangan kerja, semua ini dapat dilihat dari luas sawah irigasi di sana yang mencapai 61,138 hal ditambah sawah non irigasi seluas 373.480 ha, Di sawah sawah itulah masyarakat di sana menanam palawija yang terdiri atas 37.743 ha ladang jagung dengan produksi 127.660 ton; 17.021 ha ubi kayu dengan produksi 24353 ton; 1.571 ha ubi jalar dengan produksi 12.364 ton; 2.492 ha kacang tanah dengan produksi 2.747 ton; 1.194 ha kacang kedelai dengan produksi 1.349 ton, dan 1.383 ha kacang hijau dengan produksi 966 ton.

Produksi sayur mayur juga melimpah. Lahan untuk ketimun saja mencapai 2.803 ha (20.317 ton), untuk sawi 2.561 ha (6.387 ton), untuk kacang panjang 2.448 ha (12.505 ton), untuk terung 171 ha (5.060 ton), untuk kangkung 1.259 ha (3.899 ton), untuk bayam 1.890 ha (2.480 ton), untuk bawang daun 340 ha (1.070 ton), untuk cabe 3.236 ha (7.888 ton), untuk tomat 318 ha (2.486 ton), dan untuk buncis disediakan lahan 411 ha dengan  produksi 2.126 ton.

Dengan lahan luas dan subur Kalimantan Barat bertekad meningkatkan ketahanan pangan yang kuat untuk masyarakat. Ini dibuktikan dengan melimpahnya produk buah buahan di sana, mulai dari avokad (281 ton), belimbing (609 ton), duku/langsat (7.165 ton), durian (44.308 ton), jambu biji (2.016 ton), jeruk (145.129 ton), manggis (1.281 ton), mangga (2.666 ton), nangka/cempedak (15.201 ton), nanas (12.492 ton), pepaya (4.124 ton), pisang (96.834 ton), rambutan (41.001 ton), salak (2.963 ton), sawo (2,179 ton), sirsak (596 ton) hingga sukun (1.965 ton). Tentu saja dibutuhkan kerja keras untuk mencapai panen yang gemilang seperti itu. Provinsi ini, misalnya, memiliki saluran irigasi primer sepanjang 698 km, saluran irigasi sekunder sepanjang 2.182 km, dan saluran. irigasi tersier sepanjang 17.144 km pada 2006, meningkat dibanding 2005 yang hanya tersedia 633 km saluran irigasi primer, 1.484 km saluran irigasi sekunder dan 11.121 km saluran irigasi tersier. Dengan prestasi yang dicapainya itu, wajar jika Kalimantan Barat menjadi sebuah provinsi yang berswasembada pangan. Predikat ini dicapai melalui kerja keras dan kerjasama pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, sebagai penghargaan pemerintah terhadap keberhasilan ini, Presiden Susilo Bambang Yodhoyono sampai menganugerahkan penghargaan di bidang ketahanan pangan kepada Gubenur Kalimantan Barat, H. Usman Ja’far, di Istana Bogor pada tanggal 21 Nopember 2006.

Di samping perkebunan, Kalimantan Barat juga memiliki potensi pembangunan yang besar di biding kehutanan. Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu pro ini yang ditetapkan sebagai "paru paru dunia" yang dikenal dengan "The Heart of Borneo”. Hutan hutan di Kalimantan Barat menyimpan kekayaan luar biasa, kawasan hutan cagar alamnya terhampar seluas 153.275 ha, belum termasuk hutan taman nasional yang luasnya mencapai 1.252.895 ha. Hutan wisata alamnya juga luas, mencapai 29.310 ha dan hutan lindungnya mencakup areal seluas 2.307.045 ha. Ada pun suaka alam lainnya mencapai 210.100 ha. Kawasan budidaya hutan meliputi hutan produksi terbatas seluas 2.445.985 ha, hutan produksi biasa 2.265.800 ha, dan hutan produksi konversi mencapai 514.350 ha.

Dari sektor kehutanan, Bumi Khatulistiwa ini pada tahun 2005 menghasilkan kayu sebanyak 450,030 m³. Ini belum termasuk produksi non kayu yang juga melimpah ruah, meliputi: arang rimba campuran di atas tanah seluas 309.875 ha; damar batu sebanyak 78 ton; rotan lacak sebanyak 16 ton, rotan cacing mencapai 3.689 ton, rotan semambu dengan jumlah 348.800 batang, rotan manau sejumlah 49.000 batang, rotan getah sebanyak 258 ton, rotan segak seberat 231 ton, kulit kayu gembor seberat 128 ton dan 57 ton gaharu buaya.

Sektor pariwisata di daerah Kalimantan Barat tergolong potensial untuk dikembangkan lebih maju lagi. Propinsi ini memiliki potensi wisata yang beragam, yakni berupa wisata alam, agrowisata, dan wisata budaya. Wisata alam antara lain berupa pemandangan alam pegunungan, pantai laut, danau, hutan tropis dengan aneka ragam flora dan fauna, air terjun yang indah di Pande Kembayung dan Riam Kanebak, dan sebagainya. Begitu juga dengan wisata budaya, dengan latar belakang sejarah dan aneka ragam seni dan budaya yang unik dan menarik di Kalbar, daerah ini sangat potensial untuk menarik wisatawan mancanegara maupun domestik. Jumlah turis asing yang berkunjung ke Kalbar pada 1997 berjumlah 52.327 orang, sedangkan jumlah hotel berbintang ada 6 buah, kelas melati berikut penginapannya berjumlah 156 buah, dan jumlah kamar ada 3.364 buah.


Pada 1998, jumlah hotel berbintang di Kalbar tercatat sebanyak enam hotel, dengan jumlah kamar 584 kamar, sedangkan hotel kelas melati tercatat sebanyak 157 buah, dengan jumlah kamar 3.394 buah. Jumlah wisatawan mancanegara (wisltan) yang pernah berkunjung ke obyek wisata di kalbar pada 1998 berjumlah 211.898 orang. Mereka berasal dari negara-negara ASEAN, Asia, dan benua lain. Secara rinci, jumlah wisatan yang berasal dari ASEAN mencapai 97 %, yang berasal dari negara-negara Asia 1,61 %, negara-negara Eropa 0,74 %, dan dari benua Amerika 0,61 %.

Perkembangan ekonomi di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik membuka peluang besar bagi Kalimantan Barat untuk mengoptimalkan potensi ekonominya. Tinggal bagaimana membangun jaringan infrastruktur, termasuk membangun sarana dan prasarana transportasi, jalan, dan jaringan komunikasi yang baik di Kalbar. Semua itu akan membantu pengembangan pusat-pusat ekonomi di Kalbar, mengingat daerahnya memiliki posisi geografis yang strategis untuk memperluas jaringan pemasaran dan perdagangan antarpropinsi serta internasional.

Selain posisi geografisnya yang menguntungkan, adanya jalur transportasi darat dan pelayaran internasional melalui wilayah ini merupakan peluang yang cukup baik untuk membangun potensi ekonomi lewat kerjasama internasional dengan Malaysia dan Brunei Darussalam. Kerjasama sosek-Malindo, yang sudah dimulai sejak tahun 1985, juga merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan Kalbar. Semua itu masih perlu dikembangkan lebih lanjut dengan memanfaatkan keunggulan komparatif yang sudah dimiliki Kalimantan Barat. Hal itu akan memacu pertumbuhan Kalbar menjadi salah satu pusat ekonomi yang handal di kawasan Kalimantan. Dengan kata lain, sektor pariwisata di Kalbar harus lebih ditata dan dikembangkan sedemikian rupa, agar dapat menghasilkan devisa negara dan mendongkrak retribusi daerah secara lebih optimal.

 

Melihat sosial budaya Kalimantan Barat, kita bagaikan melihat mosaik yang berdenyut dinamis. Bayangkan saja, jika terdapat 164 bahasa daerah, 152 diantaranya bahasa adalah bahasa Subsuku Dayak dan 12 sisanya bahasa Subsuku Melayu. Aneka ragam bahasa ini dituturkan oleh sedikitnya 20 suku atau etnis, tiga di antaranya suku asli dan 17 sisanya suku pendatang. Sejumlah adat istiadat  masih lestari di sana, terutama ketika berlangsung acara melahirkan, peringatan tujuh bulan jabang bayi di kandungan, kematian, menanam padi, panen, pengobatan, anisiasi, mangkok merah. Dalam kaitan itu, nilai-nilai budaya seperti: Semangat gotong royong, religiuslitas, kejujuran, toleransi, keadilan sosial, perdamaian, kompetisi, kritis, dan ksatria masih tetap di pelihara di tengah-tengah masyarakat.

Dalam mengembangkan sektor ekonominya, Kalimantan Barat cukup gigih berjuang. Beda halnya di sektor kepariwisataan. Salah satu kelemahan turisme di provinsi ini adalah kurangnya saran dan prasarana pariwisata. Tentu saja ini amat sangat disayangkan. Potensi ke arah lain, sesungguhnya sangat besar, mengingat Kalimantan Barat bersebelahan persis dengan luar negeri. Karena turisme kurang populer, maka penduduk setempat kurang aware dengan industri satu ini. Inilah kelemahan kedua industri turisme di Kalimantan Barat. Kondisi ini, jauh berbeda dengan keadaan Yogyakarta atau Bali, dimana penduduknya sadar betul bahwa mereka bisa mengais devisa yang sangat besar dari dunia pariwisata. Ke depan, menjadi tugas pemerintah lokal mengeksplorasi potensi-potensi wisata di provinsi ini, misalnya dengan mengembangkan sarana jalan dan tempat-tempat penginapan di sekitar Danau Sentarum hingga danau ini bisa menjadi sekaliber Danau Toba di Sumatera Utara.

Kalimantan Barat termasuk salah satu propinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara asing, yaitu dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia Timur. Bahkan dengan posisi ini, maka daerah Kalimantan Barat kini merupakan satu-satunya propinsi di Indonesia yang secara resmi telah mempunyai akses jalan darat untuk masuk dan keluar dari negara asing. Hal ini dapat terjadi karena antara Kalbar dan Sarawak telah terbuka jalan darat antar negara Pontianak Entiongkong Kuching (Srawak-Malaysia).

Wilayah ini membentang lurus dari utara ke selatan sepanjang lebih dari 600 km dan sekitar 850 km dari barat ke timur, dengan luas wilayah 146.807 km (7,53 persen dari luas Indonesia atau 1,13 kali luas Pulau Jawa) dan menjadi Propinsi terluas keempat setelah Irian, Kaltim dan Kalteng.

Daerah Kalbar termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki propinsi "Seribu Sungai". Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman., walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan. Walaupun sebagian kecil wilayah Kalbar merupakan perairan laut, akan tetapi Kalbar memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Propinsi Riau, Sumatera.

Dari sisi komoditi, sektor pertanian khususnya bagi daerah Kalbar, sampai saat ini ternyata masih merupakan tulang punggung perekonomian daerah, baik sebagai penghasil nilai tambah dan devisa maupun sumber penghasilan atau penyedia lapangan kerja sebagian besar penduduknya. Kelapa sawit, karet, tebu, kakao dan perikanan tangkap yang merupakan komoditi unggulan nasional, juga dihasilkan dalam jumlah yang sangat besar oleh Propinsi ini. Sedangkan untuk komoditi unggulan daerah komoditi andalannya adalah jagung, kelapa, lada dan sapi.

Berita lain-lainnya

Sejumlah Wilayah di Indonesia akan mengalami Cuaca Ekstrem
27/02/2012 | World Friend Indonesia
article thumbnail

Cuaca ekstrem terus melanda Indonesia. Di sejumlah wilayah berujung bencana. Banjir, longsor, hingga angin puting beliung menghajar bertubi-tubi. Sejumlah orang tewas, harta benda tak sedikit yang t [ ... ]


Polisi Siaga 100 Hari Masa Kerja Sby-Boediono
27/01/2010 | World Friend Indonesia
article thumbnail

  Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya belum mendapat kabar mengenai potensi konflik atau kerusuhan terkait rencana demonstrasi besar pada peringatan seratus ha [ ... ]