Selasa, Oktober 16, 2018
Text Size

Search

Domain & Hosting Tentang Server Penggabungan Spoofing dan SSH Forwading Pada Server
SocialTwist Tell-a-Friend

Penggabungan Spoofing dan SSH Forwading Pada Server

Penilaian Pengunjung: / 2
KurangTerbaik 

Teknologi Internet memang sungguh fenomenal & memberikan efek yang baik bagi penggunanya. Namun seiring perkembangannya, transportasi data melalui jaringan memang rawan disadap orang yang lain. Spoofing merupakan salah satu cara untuk melihat dan membuat backdoor dari sebuah jaringan. SSH Forwarding pada penggunaanya adalah pada efektivitas pengiriman data agar tepat pada data server atau client yang dituju. Penggabungan Spoofing & SSH Forwarding dimaksudkan agar data yang direquest dari client dapat lebih privasi atau menjaga sifat keamanan dan penggunaan Spoofing pada server lokal ditujukan agar ada filtrasi data atau address yang akan disampaikan ke client yang meminta.

Perkembangan teknologi yang begitu cepat harus dapat ditunjang dengan fasilitas atau alat yang sesuai juga dengan kebutuhan kecepatan informasi saat ini. Munculnya telepon memang sangat membantu manusia dalam berkomunikasi, namun seiring dengan kebutuhan sekarang ini, rasanya teknologi telepon belum cukup memahami.  Perkembangan internet atau intranet di belahan dunia ini sangat membantu dalam pertukaran informasi antar manusia di lain tempat. Teknologi jaringan diadaptasi guna mempermudahnya. Sistem ini memerlukan arus timbal balik antar manusia. Pertukaran data atau adanya permintaan (request) dan respon inilah yang sering terjadi dalam sebuah jaringan baik yang besar maupun yang bertaraf lokal. Setiap pengguna jaringan yang akan berhubungan atau mengakses pihak lain di dalam jaringan tersebut atau di luar jaringan lokalnya pastilah melalui pihak-pihak sebagi penyambungnya. Pihak-pihak inilah yang kadang kita sebut server sebagai pusat jalur dari banyak jaring informasi di dalam jaringannya. Penggunaan internet sebagai media komunikasi & informasi kadang riskan terganggu oleh pihak-pihak lain yang hanya main-main atau tujuan lain yang merusak jaringan kita sendiri. Spoofing telah menjadi metode penyerangan yang menarik bagi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab itu untuk mengumpulkan informasi yang berharga dari kita maupun server kita. Masalah inilah yang penulis angkat disini. Masalah tentang pengamanan jaringan kita dari pihak lain yang tak berkempentingan. Masalah tentang pencurian data atau backdoor (pintu belakang, maksudnya server tujuan yang dimanipulasi leawt jalur lain padahal kita menginginkan lewat jalur yang benar) Masalah yang berikutnya adalah kadang adanya kesulitan dari server lokal atau gate away kita (yang menghubungkan dengan jaringan internet) dalam membendung atau memfilter alamat-alamat atau kata kata tertentu dari suatu informasi di internet. Oleh karena itulah, penulis mencoba membuat gambaran sistem jaringan terdistribusi dengan menggunakan SSH Forwarding sebagai enkripsi pengamanan & Spoofing yang digunakan untuk membendung atau memfilter alamat-alamat atau kata kata tertentu dari suatu informasi di internet. Gambar Sistem Alur Data Secara Umum .

Spoofing
Dengan semakin banyaknya orang yang terus menggunakan web untuk mendapatkan atau tukar-menukar informasi, web Spoofing telah menjadi metode penyerangan yang menarik bagi hackers untuk mengumpulkan informasi yang berharga. Web Spoofing memungkinkan penyerang untuk menciptakan “shadow copy” dari seluruh World Wide Web. Akses ke web bayangan diarahkan ke mesin penyerang yang memungkinkan penyerang untuk memonitor seluruh aktivitas pengguna termasuk mendapatkan dan mengubah informasi yang ditransfer melalui web tersebut. Serangan yang demikian memberikan metode bagi penyerang untuk mendapatkan informasi yang bersifat pribadi password, nomor rekening, alamat, nomor telepon dan lain-lain. Sebagai tambahan, serangan ini dapat digunakan untuk memberikan informasi palsu yang menyesatkan pengguna sehingga menyebabkan salah satu tipe dari “Denial of Service” attack dengan meniadakan akses pengguna ke informasi web site yang diinginkan.[1] IP Spoofing adalah salah satu teknik yang digunakan untuk mendapatkan akses secara ilegal ke komputer lain. Hacker mengirimkan data ke komputer lain dengan alamat IP yang seakan-akan berasal dari komputer yang dikenal.[2] IP Spoofing adalah serangan dimana seorang penyerang pretends untuk mengirim data dari alamat IP selain sendiri. Lapisan IP yang menganggap bahwa sumber alamat IP pada setiap paket yang diterimanya sama dengan alamat IP sebagai sistem yang sebenarnya dikirim paket - ia tidak otentikasi. Banyak protokol tingkat tinggi dan aplikasi ini juga membuat asumsi, sehingga seolah-olah ada yang dapat memalsukan sumber alamat IP paket (dinamakan "Spoofing" alamat) bisa mendapatkan hak istimewa yang tidak sah

SSH Forward
SSH adalah program untuk login pada suatu remote system dan untuk menjalankan perintah - perintah pada remote system. Hal yang paling aman untuk melindungi dari paket sniffer adalah dengan mematikan servis remote login seperti telnet atau rlogin. Namun terkadang koneksi tersebut diperlukan untuk berbagai keperluan, sehingga dibutuhkan program remote login yang aman. Program alternatif yang aman digunakan untuk melakukan remote login adalah Secure Shell (SSH). Dengan SSH semua data terkirim dalam bentuk terenkripsi termasuk dalam melakukan otentikasi seperti login dan password, sehingga terlindung dari serangan sniffing, dns Spoofing, atau cara-cara lain. SSH merupakan arsitektur client /server. Program server SSH di-install dan dijalankan oleh system administrator, tugasnya untuk menerima atau menolak koneksi yang masuk ke komputer tersebut. User kemudian mejalankan program client SSH, biasanya dilakukan dari komputer lain, untuk membuat permintaan kepada server SSH. Seluruh komunikasi antara client dan server terenkripsi dan terlindungi dari modifikasi.

Penggunaan Spoofing
Penggunaan Spoofing baik itu ip Spoofing ataupun web Spoofing sangat erat kaitannya dengan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Jadi, akan sangat erat dengan tipe pemrograman connection-oriented. Antara client dan server memiliki hungungan komunikasi terbuka dan aktif saat aplikasi mulai dieksekusi sampai aplikasi ditutup. Dalam banyak kajian literatur yang penulis dapat, Spoofing memang lebih diidententikkan dengan hacker atau orang yang mendapatkan akses ilegal dari pengguna internet yang lain. Karena pengunaannya yang digunakan untuk mendapatkan akses secara ilegal dari client atau pengguna. Orang yang mendapat akses ilegal ini mengirimkan data ke komputer lain dengan alamat IP yang seakan-akan berasal dari komputer yang dikenal. Agar bisa melakukan Spoofing, hacker terlebih dulu harus mencari sasaran yang akan dijadikan korban sebagai sumber Spoofing, kemudian merubah / intercept paket header data dan dikirimkan ke komputer yang menjadi target. Secara ringkas cara kerja dari Spoofing yakni setelah menulis ulang URL maka terjadi langkah-langkah berikut pada waktu serangan Spoofing :

1. Pengguna merequest sebuah URL dari web browser.

2. Sever penyerang mendapatkan halaman yang diinginkan dari web server yang sebenarnya.

3. Web server yang sebenarnya menyediakan halaman tersebut ke server yang dimiliki oleh penyerang.

4. Server penyerang menulis ulang halaman yang dimaksud.

5. Server penyerang memberikan versi halaman yang sudah ditulis ulang kepada pengguna.

Pengunaan SSH Forwarding
Port forwarding pada intinya adalah memerintah kan router untuk melakukan forward suatu port kepada port lain, baik sesama komputer maupun terhadap komputer yang berbeda.[4] Secara ringkas penggunaan SSH Forwarding adalah:
1. Dalam penggunaannya SSH Forwarding, client & juga server harus sama-sama aplikasi untuk SSH dan aplikasi ini harus aktif.

2. Seperti tampak pada gambar di atas penggunaan SSH dari client akan mengirimkan berupa plaintext yang kemudian diteruskan ke router lalu berjalan ke gateway. Jadi permasalahan seperti client lain dalam jaringan tersebut yang sengaja akan membuat backdoor akan kesulitan dengan penggunaan SSH Forwarding ini.

Dikatakan forwarding karena SSH ini akan mengembalikan atau menyalurkan data berupa plaintext tadi ke depan atau muka jaringan yang dituju. Untuk melindungi aliran data dari client atau server, SSH Forwarding merupakan cara yang cukup baik untuk menganggulangi penyusupan atau penyalahgunaan aliran data pada client yang berhak menerimanya. Penggunaan Spoofing dan SSH Forwarding dalam jaringan local akn membantu pengamanan data serta pemfilteran atu penyaringan data yang berhak di dapat oleh client yang meminta.

 

Referensi

www.ilmukomputer.com

www.google.com

www.yahoo.co.id

Comments
Add New Search
Anonymous   |110.137.238.xxx |2010-11-23 12:25:02
guhdoldkh
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Google ingin merajai dunia internet
13/12/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Google tahun ini banyak membeli perusahaan internet yang terlihat 'tidak ada apa-apanya' bagi mereka, mulai dari perusahaan game sosial sampai ke firma yang memperkuat  penjualan online untuk industr [ ... ]


Kisah Dramatis dalam Badai Sandy di AS
01/11/2012 | Indra Febria Widy
article thumbnail

MARGARET Chu (36) dari Manhattan melahirkan seorang bayi laki-laki, Cole, menjelang tengah hari Senin (29/10) di Pusat Medis Langone, Universitas New York, yang terletak tak jauh dari East River, N [ ... ]